Kamis, 20 Maret 2014

Photo dalam Kenangan

Penebangan pohon Mati di Jalan Pamekar raya Panghegar Kota Bandung
Penebangan pohon Mati di Jalan Pamekar raya Panghegar Kota Bandung 
Kecamatan Bayongbong Kab Garut Jawa Barat, Persiapan Pemberangkatan Roadshow PRB ke Kab Kuningan
Situ Cileunca Pangalengan Kab. Bandung
Situ Cileunca Pangalengan Kab. Bandung
Hotel Dewi Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Acara Gladi Lapang 
Persiapan Apel Besar PNS hari jadi Propinsi Jawa Barat

Rabu, 02 Januari 2013

Burung Blackthroat

Burung Blackthroat memiliki nama latin Serinus Atrogularis yang mempunyai ciri dan keistimewaan yang tidak dimiliki burung sejenis. Salah satu keistimewaan burung yang hanya sebesar ibu jari tangan orang dewasa ini adalah suaranya sangat merdu.

Pada saat berbunyi, blackthroat mampu mengalunkan irama yang sangat khas sehingga membuat kekaguman bagi yang mendengarkan. Alunan kicauannya relatif panjang, dengan ritme yang bervariasi naik turun, tinggi rendah, tidak terputus – putus seperti gemericiknya suara air yang mengalir di kaki bukit.

Di belantara hutan Afrika yang menjadi asal – usulnya blackthroat hidup dialam bebas pada pucuk – pucuk pohon seperti halnya burung – burung lain. Karena keindahan suaranya, sekarang ini blackthroat telah mulai banyak dijumpai di rumah – rumah sebagai penghias ruangan tempat tinggal maupun teras – teras rumah.

Dimanapun berada burung yang masuk dalam keluarga Fringilidae ini mampu menghidupkan suasana tempat tinggal menjadi lebih meriah dengan alunan suaranya yang merdu.

Karena itu blackthroat tergolong sebagai burung yang pandai menyanyi, karena termasuk ke dalam bangsa Passerriformes yang dapat di kelompokkan ke dalam sub bangsa Passeres / Oscines.

Dari benua Afrika blackthroat masuk ke Indonesia melalui Negeri Belanda. Burung – burung yang masuk ke Indonesia melalui Negeri Belanda ini umumnya merupakan hasil penangkaran. Di Belanda burung ini telah berhasil dibudidayakan secara besar – besaran oleh para penangkar disana.

Untuk mempertahankan habitatnya sebagian hasil pembudidayaan ini dilepas kembali ke asal – usulnya di alam bebas ( Afrika ) dan sebagian di eksport ke negara – negara lain yang membutuhkan termasuk Indonesia.

Karena merupakan burung import, maka harganya pun relatif cukup mahal. Tinggi rendahnya harga seekor blackthroat sangat di tentukan nilai tukar rupiah terhadap Dollar. Jika nilai tukar dollar terhadap rupiah naik, harga blackthroat pun ikut naik. Sebab itu tidak mengherankan jika ada seekor blackthroat yang harganya mencapai Rp. 1 juta hingga Rp. 2 juta (harga pada saat saya memposting tulisan ini). Selain karena burung impor tingginya harga seekor blackthroat tentunya juga sangat tergantung kualitas suara yang dimiliki.

Saat ini burung ini telah berhasil ditangkarkan dan dibudidayakan oleh para penggemar dan maniak burung di Indonesia. Pada perkembangan para peternak tidak hanya membudidayakan blckthroat saja, namun telah berusaha dan berhasil mengawinsilangkan burung ini dengan burung lain yang sejenis ( satu keluarga ) seperti kenari, edel zanger, starlemon maupun mozambiq.

Upaya untuk mengawinsilangkan blackthroat dengan burung lain yang satu keluarga ini tidak lain untuk mencari anakan burung yang punya mutu unggul juga. Dari hasil perkawinan silang itu ternyata keturunan langsung kawin silang antara blackthroat dengan kenari ( blaken ) dan blackthroat dengan star lemon ( black – star ) mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki ke dua induknya. Kelebihan tersebut terutama terletak pada kualitas suara yang dimilikinya.

Dengan demikian harga anak burung berumur 1 – 2 bulan yang dipatok para peternak terkadang sangat spektakuler, bisa mencapai Rp. 700.000 hingga Rp. 1.000.000 setiap ekornya. Dan itu hanya bisa di beli oleh para maniak burung saja yang keberadaanya saat ini sudah sangat menjamur.
Lebih dari itu bagi para penggemar burung keberadaan blackthroat sering juga digunakan dan dimanfaatkan sebagai master burung lain seperti branjangan dan kenari, untuk menambah perbendaharaan variasi suara yang dimiliki.

Karena beberapa kelebihan dan keistimewaan inilah menjadikan burung pemakan biji – bijian tersebut seperti mutiara yang terpendam dari Afrika.   dari : http://www.pesonakenari.com/2012/02/burung-blackthroat.html


Penulis mempunyai pengalaman menarik kaitan dengan burung ini, penulis menggemari burung ini sejak tahun 1996, namun sebatas gemar memelihara saja. saat ini  ( kurang lebih 3 (tiga) bulan yang lalu)  penulis lagi coba untuk memelihara burung ini secara berpasangan, penulis mempunyai 2 (dua)  pasang blackthroat  jodohan. namun karenma keterbatasan pengetahuan dan ini mungkin suatu hambatan sebagai pemula, burung betina dari jodohan pertama sudah bertelur 6 butir, namun sayang, bertelurnya di tempat pakan, padahal penulis sudah siapkan sarang, namun tetap aja bertelur di tempat pakan, nah melalui tulisan ini barangkali ada yang mau berbagi pengalaman yang sangat penulis harapkan adalah saran dan kritik tentang memelihara burung blackthroat ini. terimakasih

Selasa, 02 Oktober 2012

Sepenggal Kisah Kalung Emas

Pagi menjelang subuh, seperti biasa saya bangun pagi sebelum alarm berbunyi. Alhamdulillah jam biologis tubuh sudah terbentuk dengan baik. Jadi siklus istirahat yang cukup bisa terjaga.
Setelah bangun tidur dan berdoa sejenak, saya pun memeriksa HP. Biasanya akan ada sejumlah email yang masuk, termasuk juga pesan yang dikirimkan via Blackberry Messenger. Salah satu dari broadcast message yang sempat dikirimkan kepada saya, berisi tentang sebuah pelajaran hidup yang sederhana namun mendalam. Karena saya kira akan bermanfaat untuk kita semua, saya share disini untuk Anda. Ini dia secuplik kisah tentang “Kalung Emas” : 
-
Disuatu malam seorang Ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si Ayah bertanya kepada anaknya.
“Nak, apa kamu sayang Papa?”
Si anak menjawab, “Tentu saja aku sayang Papa”.
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, “Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?”
Lalu si anak menjawab, “Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini.”
Lalu Ayahnya berkata, “Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja.”
Si Ayah lalu pergi. Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut Ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama. Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, “Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Papa juga.”
Malam berikutnya sang Ayah menanyakan hal yang sama. Lalu si anak berkata,”Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini. Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa”.
Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.
Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya sembari berucap, “Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa sejak pertama kali Papa meminta kalungmu. Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah.”
Sering kali kita merasa Tuhan tidak adil. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang memintanya kembali. Kita selalu sakit dan kecewa bahkan sampai berlarut-larut lamanya. Tidakkah kita tahu, disaat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu karena Tuhan ingin menggantikannya dengan yang lebih baik lagi dari yang kita miliki sekarang dan bahkan dari sebelumnya? Jadi terimalah apapun yang kita terima, berilah apa yang harus kita berikan, kembalikanlah apa yang diminta oleh Tuhan, dan tetaplah bersyukur maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.

Minggu, 30 September 2012

Cara Memasang Tag Cloud (WP-Cumulus) pada Blog

Ingin memasang Tag Cloud (WP-Cumulus) seperti diside bar?? Mauu donggg..... Tapi bagaimana caranya?? Caranya gampang kok, temen-temen tinggal menambahkan sebuah widget berjenis HTML/JavaScript dan masukkan code seperti dibawah ini....




<embed quality= "high" allowscriptaccess= "always" flashvars= "tcolor= 0x00aadc&amp;mode= tags&amp;distr= true&amp;tspeed= 100&amp;tagcloud= &lt;tags&gt;


&lt;a href = 'http://priawadi.blogspot.com/'target ='new'style= '14'color= '0x00cc00'hicolor= '0x11111ff'&gt; priawadi&lt;/a&gt;


&lt;a href = 'http://priawadi.blogspot.com/p/about.html'target= 'new'style= '14'color= '0xff0000'hicolor= '0x6600cc'&gt; about&lt;/a&gt;


&lt;a href = 'http://imbrbogor.wordpress.com/'target= 'new'style= '14'color= '0xff0000'hicolor= '0x6600cc'&gt; IMBR&lt;/a&gt;


&lt;/tags&gt;" type= "application/x-shockwave-flash" src= "http://www.roytanck.com/wp-content/plugins/wp-cumulus/tagcloud.swf" id= "tagcloud" name="tagcloud" wmode= "transparent" height= "250" width= "180"></embed>


Harap diperhatikan : Untuk yang berwarna MERAH silahkan ganti dengan URL temen-temen, sedangkan yang berwarna BIRU silahkan ganti dengan label sesuai dengan temen-temen inginkan. Temen-temen juga bisa mengubah parameter-parameter lain seperti warna, kecepatan gerakan, juga tinggi dan lebar tag cloud. Simpan widget yang baru saja dibuat dan lihatlah sekarang temen-temen telah memiliki tag cloud pada blog temen-temen. Ini adalah cara yang paling praktis. Tapi perlu di ingat, label yang ingin di pasang pada tag cloud harus di tentukan terlebih dahulu saat temen-temen membuat sebuah artikel.
Selamat berkreasi ^^

Tag-Cloud (WP-Comulus).doc

Sumber : http://priawadi.blogspot.com/2012/01/cara-memasang-tag-cloud-wp-cumulus

Jumat, 28 September 2012

KEBIASAAN

Apa itu? Kebiasaan. Lihatlah, banyak kegiatan yang dilakukan banyak orang yang berjalan secara otomatis tanpa perlu dipikirkan lama-lama, karena sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka. Bila suatu kegiatan sudah menjadi kebiasaan mudah saja bagi setiap orang mengerjakannya, meski barangkali kelihatan sulit dan aneh buat orang lain. Ketika saya melakukan study tour dengan sekolah ke daerah Jawa, saya cukup kaget dengan rasa masakan yang serba manis. Sayur, teh, dan kopi terasa lebih manis daripada yang biasa dibuat ibu saya di rumah. Itulah kebiasaan.
Banyak teman-temanmu yang punya kebiasaan positif dan itu sudah mendarah daging dalam keseharian mereka; mencuci piring setelah makan, menyapu dan mengepel rumah, pergi ke pasar, tilawah Al Qur’an, shalat berjamaah, dsb. Seperti beberapa remaja yang tinggal di dekat rumah saya sudah terbiasa shalat berjamaah ke mesjid, i’tikaf, dan membantu DKM menjaga kebersihan mesjid. Sementara sejumlah remaja lain punya kebiasaan duduk-duduk di pengkolan, main gitar sampai larut malam, dan tidak terbiasa shalat berjamaah.
Karena faktor kebiasaan, sulit bagi seseorang untuk menghentikannya. Temanmu yang mahir masak masakan Jawa, meski tinggal di luar daerah mereka tetap saja rasa masakan mereka manis. Buat kamu yang berasal dari Padang, kebiasaan makan dan memasak makanan yang pedas sulit untuk ditinggalkan.
Ini menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kita dalam kehidupan. Bila kita ingin menjadi orang yang mudah melakukan amal shaleh maka jadikan itu sebagai bagian dari kebiasaan kita sehari-hari. Banyak orang yang berpikir menjadi remaja muslim yang baik itu berat dan sulit. Itu karena mereka tidak mulai membiasakan diri mengerjakan amal saleh.
Tapi seperti saya tulis dalam judul bab ini, tidak mudah mengawali suatu kebiasaan. Apalagi memulai sebuah kebiasaan baru seringkali berarti harus menghentikan kebiasaan lama. Tapi, percayalah kamu pasti akan terkejut dengan hasil yang akan kamu peroleh. Ketika kamu memulai satu kebiasaan baru yang baik, berarti kamu telah mulai meninggalkan sejumlah kebiasaan yang negatif, tidak bermanfaat, bahkan bisa jadi haram. Satu kebiasaan baik kita kerjakan, hasilnya lebih dari satu kebiasaan buruk yang kita tinggalkan.
Mari kita ambil contoh. Kalau kamu ingin membiasakan shalat berjamaah di mesjid dekat rumah setiap maghrib, berarti kamu harus mulai membiasakan diri pulang ke rumah sebelum sore hari. Kamu mulai membiasakan diri pulang tepat waktu. Kamu juga meninggalkan kebiasaan nongkrong-nongkrong di jalan bersama kawan-kawanmu. Satu lagi kebiasaan tidak bermanfaat kamu tinggalkan. Bahkan mungkin lebih dari itu. Coba pikirkan, kalau kamu tidak ikut nongkrong berarti peluang kamu untuk berbuat maksiat jauh berkurang, seperti menggoda orang yang lewat, melihat aurat wanita, membicarakan kejelekan orang, memakai obat-obatan terlarang dan miras, berkelahi dengan orang lain, dst.
Melakukan satu kebiasaan baik juga membuka kesempatan untukmu melakukan berbagai amal saleh yang lainnya. Masih seputar shalat berjamaah di mesjid ; maka kamu akan bertemu orang-orang yang insya Allah saleh, kamu akan belajar cara shalat yang benar, dan kamu juga akan lebih banyak berdoa setiap habis shalat.
Hal yang sama juga akan kamu dapatkan ketika mulai membiasakan perbuatan baik lainnya. Mengaji misalkan selain membuat wawasan agamamu bertambah, juga memperbanyak teman-teman yang saleh. Membaca Al Qur’an akan membuat hati kita lebih lembut, lisan kita terjaga, selain tentunya berpahala.
Memulai kebiasaan buruk juga akan berdampak sama. Kamu akan kehilangan banyak kesempatan untuk berbuat kebaikan dan menjadi remaja muslim yang baik dan bahagia. Kebiasaan bangun siang membuat kita hilang kesempatan untuk shalat shubuh, membaca Al Qur’an, membereskan kamar tidur, menyiapkan buku pelajaran, makan tergesa-gesa, dan pikiranmu akan kacau sepanjang perjalanan ke sekolah. Malas merapikan buku setelah belajar akan membuat kita kelimpungan saat mencari buku yang kita perlukan, kamar pun menjadi berantakan, kamu juga akan terbiasa dengan situasi apapun yang berantakan.
Bila kita membiasakan diri dengan suatu sikap atau pekerjaan, sampai kapanpun sulit untuk ditinggalkan. Maka mulailah berhitung, berapa banyak kebiasaan baik yang ada pada diri kita; mengucapkan salam dan mencium tangan pada orang tua sebelum pergi ke luar rumah, membersihkan rumah, membereskan kamar tidur setiap habis bangun, dan apa lagi. Pertahankan kebiasaan itu dan tularkan pada orang lain, adik-adik kita dan teman-teman kita.
Hitung juga kebiasaan buruk yang mungkin ada pada diri kita semisal malas merapikan buku bekas belajar, membiarkan baju kusut, bangun kesiangan, malas shalat, suka melawan orang tua, dsb. Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan itu dan berpikirlah kalau kamu juga punya hak dan kesempatan untuk menjadi remaja muslim yang baik. Percayalah kalau surga juga tersedia untuk remaja. Jangan menunggu hingga kamu besar apalagi tua untuk memulai kebiasaan yang baik. Juga jangan berpikir kalau surga hanya untuk orang-orang tua. Kamu remaja, juga bisa masuk surga. Untuk itu jadilah orang yang istiqamah, bertahan dengan kebiasaan beramal saleh. Dan Allah pun memuji orang yang istiqamah.
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"  (dari :http://child-island.blogspot.com/2012/06/kebiasaan.html)

Senin, 23 Juli 2012

CARA MEMPEROLEH IZIN SENJATA API


































































Bagi mereka yang mampu, memang tidak terlalu sulit memperoleh ijin kepemilikan senjata api. Namun, sebelum memperoleh ijin, mereka harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan Polri. Untuk kepentingan bela diri misalnya, aturannya dituangkan dalam Surat Keputusan Kapolri No. Pol: Skep/244/II/1999.

Menurut SKEP diatas, pemohon izin harus memiliki ketrampilan menembak minimal kelas III. Kemampuan ini harus yang dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Institusi Pelatihan Menembak yang sudah mendapat izin Polri. Sertifikat itu pun harus disahkan oleh pejabat Polri yang ditunjuk.

Tentu saja ia pun harus berkelakuan baik dan belum pernah terlibat dalam suatu kasus tindak pidana yang dibuktikan dengan SKKB. Meskipun demikian, ia tetap harus lulus screening yang dilaksanakan Kadit IPP dan Subdit Pamwassendak. Untuk soal usia, sang pemohon harus sudah dewasa namun tidak melebihi usia 65 tahun.

UNDANG-UNDANG PEMILIKAN SENJATA API
Mengutip peraturan yang tercantum dalam UU Nomor 8 Tahun 1948, tentang pendaftaran dan pemberian izin kepemilikan senjata api, Prasetyo (Kepala Bidang Penerangan Umum Polri Ajun Komisaris Besar Polisi) menyatakan, “Dalam pasal 9 UU tersebut dikatakan bahwa setiap orang yang bukan anggota tentara atau polisi yang memakai dan memiliki senjata api harus harus mempunyai izin pemakaian senjata api menurut contoh yang ditetapkan oleh kepala kepolisian negara.”

Dengan dasar itu, lanjut Prasetyo, setiap izin yang keluar untuk kepemilikan atau pemakaian senjata api (IKSA) harus ditanda tangani langsung oleh Kapolri dan tidak bisa didelegasikan kepada pejabat lain seperti Kapolda. Untuk kepentingan pengawasan Polri juga mendasarkan sikapnya pada UU Nomor 20 Tahun 1960 tentang kewenangan perizinan menurut undang-undang senjata api.

Menurut UU tersebut ada persyaratan-persyaratan utama yang harus dilalui oleh pejabat baik secara perseorangan maupun swasta untuk bisa memiliki dan menggunakan senjata api. Pemberian izin itu pun hanya dikeluarkan untuk kepentingan yang dianggap layak. Misalnya untuk olahraga, izin hanya diberikan kepada anggota PERBAKIN yang sudah memenuhi syarat-syarat kesehatan jasmani dan rohani dan memilki kemahiran penembak serta mengetahui secara baik peraturan dan perundang-undangan mengenai penggunaan senjata api.


ORANG-ORANG  YANG BOLEH MENGGUNAKAN SENAJATA API
Meskipun demikian, izin kepemilikan senjata api untuk tujuan bela diri hanya diberikan kepada pejabat tertentu. Menurut ketentuannya, mereka harus dipilih secara selektif. Mereka masing-masing adalah pejabat swasta atau perbankan, pejabat pemerintah, TNI/Polri dan purnawirawan

Untuk pejabat swasta atau bank, mereka yang diperbolehkan memiliki senjata api masing masing : presiden direktur, presiden komisaris, komisaris, diretur utama, dan direktur keuangan. Untuk pejabat pemerintah, masing-maasing Menteri, Ketua MPR/DPR, Sekjen, Irjen, Dirjen, dan Sekretaris Kabinet, demikian juga Gubernur, Wakil Gubernur, Sekwilda, Irwilprop, Ketua DPRD-I dan Anggota DPR/MPR

Adapun untuk jajaran TNI/Polri mereka yang diperbolehkan memiliki hanyalah perwira tinggi dan perwira menengah dengan pangkat serendah-rendahnya Kolonel namun memiliki tugas khusus. Demikian pula untuk purnawirawan. Yang diperbolehkan hanyalah perwira tinggi dan perwira menengah dengan pangkat terakhir Kolonel yang memiliki jabatan penting di Pemerintahan/Swasta.

Sama halnya dengan senjata api untuk bela diri, senjata api yang digunakan untuk olah raga pun diatur sangat ketat. Hal ini diungkapkan pengurus Pengda Perbakin DKI Jaya, Konal Pribadi. “Jika hilang, anggota Perbakin wajib mempertanggungjawabkannya,” ujar Konal. Jika senjata hilang, Perbakin akan memecat keanggotaannya. Tidak berhenti disitu, hilangnya senjata api tersebut juga diproses secara hukum. Selain itu setiap dua tahun sekali wajib melakukan test perpanjangan, yaitu test psikologi.

Tiap anggota Perbakin, bisa memiliki senjata api, namun jumlah yang bisa dimiliki masing-masing anggota dibatasi. Misalnya untuk berburu, setiap orang diperkenankan memiliki 8 sampai 10 pucuk. Untuk berburu ini senjata yang digunakan adalah senjata laras panjang yang biasa disebut senjata bahu. Sedangkan untuk cabang tembak sasaran, anggota atau atlit tembak diperkenankan memiliki atau menyimpan senjata api sesuai nomor yang menjadi spesialisasinya.

Meskipun hampir semua anggota Perbakin memiliki senjata api, namun menurut Konal, tidak semua anggota membawa pulang senjatanya. Ada tempat khusus untuk menyimpan senjata dan amunisinya di Perbakin. Biasanya anggota yang mengerti resiko menyimpan senjata api di rumah akan menitipkannya pada Perbakin. Sementara itu, untuk bisa membawa pulang, anggota Perbakin juga harus mengajukan surat ijin menyimpan senjata api. Surat ijin ini diajukan pada pihak Polda

SYARAT-SYARAT PEMILIKAN SENJATA  API
Pemohon ijin kepemilikan senjata api juga harus memenuhi syarat medis dan psikologis tertentu. Secara medis, ia harus sehat jasmani, tidak cacat fisik yang dapat mengurangi ketrampilan membawa dan menggunakan senjata api dan berpenglihatan normal. Syarat-syarat lain bisa saja ditetapkan oleh dokter umum/spesialis. Syarat lain, harus menyerahkan surat keterangan kelakuan baik (SKKB)

Sementara itu, untuk syarat psikologis, si pemohon haruslah orang yang tidak cepat gugup dan panik, tidak emosional dan tidak cepat marah. Tentu saja sang pemohon juga bukanlah seorang psikopat. Pemenuhan syarat ini harus dibuktikan dengan hasil psikotes yang dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk Dinas Psikologi Mabes Polri.

Pihak Polri  tidak akan tergesa-gesa atau memberi izin secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan yaitu lihat terlebih dahulu, kelayakan, kepentingan, dan pertimbangan keamanan lain, dari calon pengguna senjata api itu. Jangan sampai justru berakibat pada penyimpangan atau membahayakan jiwa orang lain.

Selain senjata api yang memerlukan ijin khusus --dikenal dengan Ijin Khusus Senjata Api (IKHSA)-- masyarakat juga bisa memiliki senjata genggam berpeluru karet dan senjata genggam gas. Jika pengajuan senjata api harus disetujui oleh Kapolri langsung, senjata genggam berpeluru karet dan senjata genggam gas cukup berijinkan direktorat Intel Polri

 
JENIS-JENIS SENJATA API YANG BOLEH DIMILIKI

Persyaratan-persyaratan lain untuk kepemilikan senjata api antara lain, menyangkut jenis senjata yang bisa dimiliki oleh perorangan tersebut. Untuk senjata genggam, hanya kaliber 22 dan kaliber 33 yang bisa dikeluarkan izinnya. Sedangkan untuk senjata bahu (laras panjang) hanya dengan kaliber 12 GA dan kaliber 22. Jenis senjata yang diberikan adalah non standar ABRI (TNI dan Polri), dengan jumlah maksimum dua pucuk Per orang. Selain itu ada juga senjata api berpeluru karet atau gas. (IKHSA). Jenis senjata api itu antara lain adalah Revolver, kaliber 22/25/32, dan Senjata bahu Shortgun kaliber 12mm

Untuk kepentingan bela diri ini seseorang hanya boleh memiliki senjata api genggam jenis revolver dengan kaliber 32/25/22, atau senjata api bahu jenis Shotgun kaliber 12 mm dan untuk senjata api klasifikasi (IKHSA) adalah jenis yakni Hunter 006 dan Hunter 007. Senjata genggam semi otomatis seharga Rp. 60-70 juta ini memiliki self loading gas berkaliber 9 mm. Menurut pendataan Polri, pada 2001, jumlah IKSA yang diberikan adalah 1.100 buah yakni untuk kalangan perseorangan dari TNI, Polri dan pejabat pemerintahan lain sebanyak tujuh ratusan buah dan dari kalangan swasta empat ratus buah.(http://rixco.multiply.com/journal/item/9)

Minggu, 09 Oktober 2011

Hobby baru atau pengalih perhatian?


Sudah lama tidak curhat di Blog, aduh sayang sekali ini blog terlantar jadinya. hari ini senin tanggal 10 Oktober 2011, hari yang cerah dibanding hari kmaren yang mendung, aku sekarang mempunyai hobby baru, hobbyku ini hanyalah pengisi kekosongan aja sebenarnya, bukan semata-mata sebagai pengalih perhatian dan lebih singkatnya hanyalah iseng belaka. kenapa aku bisa sebut iseng karena kesenanganku kali ini lebih tercurah pada keadaan kondisi fisik dan sedikit cost yang lumayan. adalah bersepeda pilihan terakhir dari sekian banyak pilihan sarana olah tubuh yang tersedia disekelilingku, aku jatuhkan pilihan karena semata-mata untuk meningkatkan semangat dan kreatifitas. kenapa aku bilang kreatifitas? karena memang suatu kreatif yang sangat luar biasa dari kebiasaanku sehari-hari tatkala ada di rumah, apa itu pulang kerja apa itu libur kerja, aku paling malas keluar rumah apalagi untuk sekedar olah raga kecilpun. dengan adanya sepeda dirumahku ternyata sedikit membangkitkan semangatku untuk sekedar jalan-jalan sambil membimbing si kecil yang sudah mulai seneng keluar rumah. sepeda yang kumiliki jenis MTB kelas ekonomis, dengan spec sebagai berikut :
Frame : Mosso Pro 267;
Fork : RST Titan air;
Groupset : Shimano Alivio;
Rim : Rims;
Ban luar : Maxxis;
Ban dalam : united;
Sadle : united;
seatpost : united;
Headset : uno;
handle bar : uno;
handle grip : uno;
spec seperti itupun hanyalah sekenanya aja disesuaikan dengan budget yang ada, ditambah dengan kebutaan dan awam mengenal komponen-komponen sepeda yang tersedia di pasaran saat ini.
sebagai test drive rute pertama yang diambil adalah keliling komplek yang kalau dihitung tidak lebih dari 5km, hari kedua mencoba keluar komplek menelusuri jalan yang sepi dari pengguna jalan yang lain, lumayanlah agak jauhan sekitar 2 kali lipat keliling komplek.

Senin, 01 Agustus 2011

Tata Cara Shalat

Takbir

Takbiratul Ihram "ALLAAHU AKBAR" (Allaah Maha Besar)

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)


Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya. Subhaanallaah.

Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)


Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.

Ruku'

Lalu ruku', dimana ketika ruku' ini beliau mengucapkan bermacam-macam dzikir dan do'a. Kadangkala beliau mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :

1. Subhaana, rabbiyal, 'adzhiimi.
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
---> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)
---> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau
berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekati
lama berdirinya.

2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.
(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) --> Riwayat Muslim

3. Allaahumma, laka raka'at, wa aamantu, wa laka aslamtu,
(Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku'ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).)
anta rabbiiy, khasa'a laka sam'iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa 'adzhomii, wa fii riwaayah
(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)
wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil 'aalamiin.
(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allaah, Tuhan semesta alam)
(HR. Ad-Dharuquthni)


Memperpanjang Ruku'
Diriwayatkan bahwa :

"Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku', sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya."

(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)


I'tidal

Rasululullaah Sallaahu 'alayhi wa sallaam mengangkat punggungnya dari ruku' sambil mengucapkan,
"Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :

Sami'allaahu, li, man, hamida, hu
(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)


"Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan "sami'allaahu liman hamidah", maka ucapkanlah "rabbanaa lakal hamdu", niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., "Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Maka mari kita baca :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :
mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba'du
(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu 'Uwanah)


Sujud

Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a-do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam.

1. Subhaana, rabbiyal, a'laa
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)
Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

2. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh
(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)


Duduk antara dua Sujud

Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo'a sepertinya do'anya Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta'ala.

Di dalam duduk ini, Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam mengucapkan :
Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii
(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).


Duduk At-Tasyaahud Awal

01. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.
Dari Ibn Mas'ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku : ---> (Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.
Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan.

Assalaamu 'alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi, dan beserta rahmat Allaah, dan berkatNya.

Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.
Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu, anna muhammadan, 'abduhu, wa rasuluhu.
Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya.

* Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :
Assalaamu 'alannabiy.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.

02. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.
Dari Ibnu 'Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, 'abduhu, warasuuluh)
--> Artinya sama dengan yang diatas, insha Allaah.


Bacaan shalawat Nabi di akhir shalat

Rasulullaah saw. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.

Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.


Cara Mengucapkan Salam
Mari kita simak hadits berikut, yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa'i, dan Tirmidzi serta dishahihkan olehnya.

"Rasulullaah saw. mengucapkan salam ke sebelah kanannya : Assalaamu 'alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah, serta berkatNya), sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaykum warahmatullaah (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri."

Perhatikanlah, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih banyak daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua).

Atau dalam riwayat lain, ketika salam yang pertama beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaykum warahmatullaah, dan pada salam yang kedua beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaykum.

Alhamdulillaah, Maha Benar Allaah atas segala FirmanNya. Maka semoga kesebelas artikel ini menjadikan jalan kemudahan bagi kita di dalam usaha kita berusaha khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan, sehingga benar-benar memiliki ruh dan nilai yang sulit bagi kita untuk menuangkannya dalam kata-kata, karena begitu nikmatnya shalat itu.(Selesai)

Rabu, 27 April 2011

SISTEM PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT

Dari : Yayasan IDEP, Penanggulangan Bencana berbasis masyarakat edisi ke 2 tahun 2007

PENANGGULANGAN BENCANA ADALAH :

serangkaian kegiatan baik sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, menghindari dan memulihkan diri dari dampak bencana. Secara umum kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam penanggulangan bencana adalah sebagai berikut: pencegahan, pengurangan dampak bahaya, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan (rehabilitasi dan rekonstruksi), dan pembangunan berkelanjutan yang mengurangi risiko bencana.


PENCEGAHAN


Pencegahan adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan sama sekali atau mengurangi ancaman. Contoh tindakan pencegahan:

• Pembuatan hujan buatan untuk mencegah terjadinya kekeringan di suatu wilayah
• Melarang atau menghentikan penebangan hutan
• Menanam tanaman bahan pangan pokok alternatif
• Menanam pepohonan di lereng gunung 


MITIGASI ATAU PENGURANGAN


Mitigasi atau pengurangan adalah upaya untuk mengurangi atau meredam risiko. Kegiatan mitigasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu fisik dan nonfisik. Contoh tindakan mitigasi atau peredaman dampak ancaman:

• Membuat bendungan, tanggul, kanal untuk mengendalikan banjir; pembangunan tanggul sungai dan lainnya
• Penetapan dan pelaksanaan peraturan, sanksi; pemberian penghargaan mengenai penggunaan lahan, tempat membangun rumah, aturan bangunan
• Penyediaan informasi, penyuluhan, pelatihan, penyusunan kurikulum pendidikan penanggulangan bencana 


KESIAPSIAGAAN

 
Kesiapsiagaan adalah upaya menghadapi situasi darurat serta mengenali berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pada saat itu. Hal ini bertujuan agar warga mempunyai persiapan yang lebih baik untuk menghadapi bencana. Contoh tindakan kesiapsiagaan:

• Pembuatan sistem peringatan dini
• Membuat sistem pemantauan ancaman
• Membuat sistem penyebaran peringatan ancaman
• Pembuatan rencana evakuasi
• Membuat tempat dan sarana evakuasi
• Penyusunan rencana darurat, rencana siaga
• Pelatihan, gladi dan simulasi atau ujicoba
• Memasang rambu evakuasi dan peringatan dini


Minggu, 10 April 2011

Apakah Seorang Manajer Juga Seorang Pemimpin?

http://yoma.wordpress.com/2006/11/07/apakah-seorang-manajer-juga-seorang-pemimpin/
Selama ini, kebanyakan manager berpedoman pada prinsip-prinsip managemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengontrolan dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
Tetapi di dalam menghadapi cepatnya perubahan ekonomi dan mengatasi lingkungan bisnis yang penuh dengan persaingan dewasa ini, dengan hanya menjalankan keempat prinsip tersebut tidaklah cukup. Manager perlu mengubah posisinya sebagai seorang manager yang baik menjadi seorang pemimpin yang baik.
Secara umum, pemimpin dan manager tak berbeda di dalam usaha melaksanakan tugasnya. Keduanya berpedoman pada prinsip-prinsip manajemen dalam menjalankan tugasnya. Tapi ada hal yang mendasar yang membedakan pemimpin dan manager.
Mengubah Sifat
Bennis dan Nanus, dua orang pakar manajemen, dalam bukunya “Leaders” , membuat perbedaan antara manajer dan pemimpin. Manager menjalankan tugasnya dengan benar, sementara pemimpin melakukan sesuatu yang benar.
Sedangkan Stephen Covey, pengarang “The 7 Habits of Highly Effective People“, menggambarkan, manager mencari cara yang paling efisien untuk mencapai tangga sukses, sedang pemimpin menentukan apakah tangga yang dinaiki berada pada tembok yang benar.
Covey memberikan ilustrasi yang jelas mengenai perbedaan manager dan pemimpin. Dalam usahanya membuat jalan menembus hutan yang lebat, seorang manager memberi petunjuk bawahannya cara yang paling efisien menebang pohon yang ada. Sedangkan seorang pemimpin tak hanya memberi tahu bawahannya cara yang paling efisien dalam menebang pohon, tapi dia juga memanjat pohon yang tinggi untuk melihat apakah pohon-pohon yang ditebang bawahannya itu menuju arah yang benar.

Manager dewasa ini diharapkan mengubah sifat dan kebiasaannya. Tidak saja menjalankan tugas dengan benar, melainkan juga mempunyai pandangan ke depan (vision), apakah tugas yang ada itu memang benar perlu dilaksanakan.

Dalam bukunya “The Leader-Manager”, William D. Hewitt, mengatakan, ada 4 tipe manager, tipe korban (victim), tipe pemimpi (deamer), tipe pelaksana (doer), tipe pemimpinmanager (leader-manager).
Dinamakan tipe korban karena manager tipe ini kurang kreatif dalam gagasan dan pelaksanaan tugasnya. Manager tipe ini takut akan perubahan dan menghabiskan banyak waktu untuk menentang. Mereka takut menjadi korban seandainya perubahan memang harus terjadi di dalam organisasinya.
Manager dengan tipe pemimpi mempunyai banyak gagasan, tetapi tidak tahu bagaimana mencapai gagasan tersebut. Manajer tipe ini lama kelamaan cenderung menjadi manajer yang suka berandai-andai.
Manager dengan tipe pelaksana mempunyai sifat kurang kreatif dalam gagasan, tapi mampu melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Manager tipe pelaksana selalu menunggu petunjuk dan bimbingan dalam melaksanakan tugasnya.
Tipe terakhir, tipe pemimpin manager. Manager tipe ini mempunyai pandangan ke depan (visionary), banyak gagasan dan tahu bagaimana mencapainya. Manager tipe ini mampu membimbing dan mengarahkan bawahannya untuk mencapai gagasannya.
Tipe terakhir inilah yang dibutuhkan untuk mengatasi cepatnya perubahan dan lingkungan usaha yang makin bersaing. Manager yang mempunyai sifat seorang pemimpin, yang mempunyai banyak gagasan, tidak sekadar membawa organisasi ke arah yang sudah ditentukan, melainkan juga berani berinisiatif membawa perubahan menuju ke arah yang lebih baik dalam usaha mengatasi cepatnya perubahan ekonomi, dan persaingan bisnis yang semakin keras.
Untuk menjadi seorang pemimpin, dengan hanya mempunyai gagasan saja tidaklah cukup. Dalam usahanya membawa perubahan di dalam organisasi untuk mencapai gagasan tadi diperlukan kerja sama dengan kelompoknya. Mendapat dukungan dari kelompoknya merupakan hal yang utama pimpinan dalam mencapai sukses. Ini tidaklah mudah, terutama di jaman sekarang, di mana kita terperangkap dalam lingkaran setan.
Cepatnya perubahan ekonomi dan ketatnya persaingan, menyebabkan banyak organisasi terpaksa mengurangi tenaga kerjanya dalam usahanya untuk bertahan. Akibatnya, pegawai kurang kepercayaannya terhadap organisasi yang menyebabkan turunnya loyalitas kerja. Menurunnya loyalitas kerja menyebabkan turunnya produktivitas kerja, yang menyebabkan pada akhirnya mengakibatkan organisasi sulit bersaing.
Tidak Efektif Lagi
Untuk mengatasi hal ini, sudah menjadi tugas seorang pimpinan untuk memutuskan lingkaran setan tadi, yakni dengan mengembalikan kepercayaan bawahan dan mempersatukan mereka. Pemimpin yang baik harus berpedoman pada pepatah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” atau bersemboyan “Bhineka Tunggal Ika,” untuk membentuk satu tim yang kuat dalam usahanya melawan keadaan yang tidak menentu di luar organisasi.
Hal utama untuk membangun kerja sama yang baik ialah menanamkan rasa saling percaya dari kedua pihak. Mengubah pandangan negatif pimpinan terhadap bawahan, dan juga pandangan negatif bawahan terhadap organisasi atau pimpinannya.
Banyak pemimpin yang masih menggunakan sistem transaksi dalam hubungannya dengan bawahan, dimana pimpinan memberikan imbalan untuk bawahan yang melaksanakan tugas yang diberikan. Sistem hubungan seperti ini sudah tidak efektif lagi. Sistem transaksi adalah sistem satu arah, di mana segala keputusan dibuat oleh pimpinan. dan tugas bawahan hanya melaksanakan tugas saja. Akibatnya, bawahan sulit untuk ikut bergairah mengerjakan sesuatu yang bukan menjadi kepentingannya. Sistem lain yang lebih efektif, sistem hubungan transformasi, sistem dua arah, dimana pimpinan membicarakan gagasan yang ada, membuka diri dan mau menerima saran dari bawahan, menjadikan gagasan itu keputusan bersama, membantu mengembangkan potensi bawahan ke tingkat maksimum, dan menaruh kepercayaan dan mereka mampu mengatur tugas mereka sendiri dalam usahanya mencapai gagasan bersama.
Bawahan seperti pemimpin, ingin dipandang, mereka juga mampu mengatur diri sendiri dalam melaksanakan tugas dan merasa ingin berarti bagi organisasi. Bawahan juga ingin gagasannya didengear oleh pimpinan, ingin merasa punya andil dalam suksesnya perusahaan. Dan ini akan berhasil kalau bawahan diberikan hak untuk ikut bersuara, ikut andil dalam pengambilan keputusan.
Ini tidak berarti keputusan diambil dari bawahan, tapi bisa juga keputusan yang disetujui bawahan. Tugas pemimpin dalam sistem transformasi ialah memimpin bawahan untuk memimpin dirinya sendiri dan membantu bawahan mengembangkan potensinya.
Hal utama yang menentukan berhasilnya, hubungan pimpinan dan bawahan ialah komunikasi yang baikdari kedua belah pihak. Jika ini dilaksanakan, maka akan terbentuk satu tim yang tangguh, tim yang siap menhadapi segala kemungkinan yang bakal mengancam kelompoknya.
Contoh seorang manager yang berhasil ialah almarhum Sam Walton, pendiri toko serba ada Wal-Mart, yang dalam waktu 30 tahun mampu mengembangkan Wal-Mart menjadi lebih dari 1.700 toko serba ada di Amerika Serikat. Perkembangan Wal-Mart yang seperti jamur di musim hujan in adalah merupakan hasil nyata dari jerih payah Sam Walton dalam merangkul “rekan kerjanya”, panggilan Sam terhadap pegawainya.
Konsep yang ditanamkan Sam Walton untuk pegawainya, mendorong mereka untuk menjadi pimpinan di bidangnya masing-masing. Mereka didorong untuk kreatif, berani mengambil inisiatif untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Sam memberikan kebebasan kepada pegawainya untuk mengambil keputusan sendiri, mencoba ide-ide baru asal tidak bertentangan dengan tujuan Wal-Mart, yakni memuaskan langganan dan menjual produknya semurah mungkin.
Manajer di setiap departemen diharapkan menganggap dan mengatur toko yang dia pimpin seperti miliknya sendiri. Mereka mendapat dukungan dan informasi yang mereka perlukan, dari laporan untung rugi perusahaan sampai inventarisasi.
Selain itu hampir semuanya akan kerja ikut andil dalam saham perusahaan, dari sopir truk sampai ke CEO perusahaan. Inilah yang menyebabkan suksesnyaWal-Mart.
Prinsip yang ia tanamkan pada semua pegawainya untuk menjadi pemimpin dibidangnya masing-masing mampu membawa Wal-Mart menjadi toko serba ada terbesar di Amerika Serikat. Sam Walton tahu dan percaya akan potensi “rekan kerjanya” dan memberi kebebasan untuk melakukan tugasnya.
Selain itu, ikut andil dalam saham perusahaan menyebabkan bawahan ikut memiliki perusahaan perusahaan, yang menyebabkan mereka termotivasi untuk bekerja keras demi suksesnya perusahaan mereka.
Kepercayaan, seseorang dapat menjadi pemimpin karena dia sudah ditakdirkan punya karisma, atau sudah ditakdirkan untuk menjadi pimpinan adalah hal yang perlu diubah. Semua orang mampu menjadi pemimpin.
Tugas manager sebagai pemimpin yang baik ialah berani mengambil gagasan untuk mengubah keadaan menuju ke arah yang lebih baik, mengkomunikasikan ke kelompoknya, membantu membangkitkan kemampuan maksimal kelompoknya, dan mempercayai bahwa mereka dapat menjadi pemimpin di bidang mereka masing-masing.
Oleh Haryanto Amanta

Management 101

By F. John Reh, About.com Guide (diterjemahkan oleh Google) 
http://management.about.com/cs/generalmanagement/a/Management101.htm
Mencari tahu apa tujuan Anda adalah (atau mendengarkan ketika atasan Anda memberitahu Anda). Kemudian mengetahui cara terbaik untuk sampai ke sana. Sumber daya apa yang Anda miliki? Apa yang bisa Anda dapatkan? Bandingkan kekuatan dan kelemahan individu dan sumber daya lainnya. Akan menempatkan empat pekerja pada tugas yang memakan waktu 14 jam kurang dari biaya sewa mesin yang dapat melakukan tugas yang sama dengan salah satu pekerja di 6 jam? Jika Anda mengubah pergeseran pertama dari mulai pagi 8 untuk memulai AM 10, dapat mereka menangani sibuk sore hari sehingga Anda tidak perlu menyewa orang tambahan untuk shift kedua?


Melihat semua kemungkinan skenario. Rencana mereka. Mengetahui skenario terburuk dan rencana untuk itu juga. Anda berbeda Evaluasi rencana dan mengembangkan apa yang, menurut penilaian terbaik Anda, akan bekerja yang terbaik dan apa yang akan Anda lakukan jika tidak.

TIP: Salah satu alat manajemen yang paling sering diabaikan perencanaan yang paling efektif. Mintalah orang yang melakukan pekerjaan untuk masukan mereka.
Manajemen Basic Skill # 2: Mengatur
Sekarang bahwa Anda memiliki rencana, Anda harus mewujudkannya. Apakah semuanya siap sebelum kelompok Anda sehingga hal-hal yang tepat akan mendapatkan ke grup Anda pada waktu yang tepat? Apakah kelompok Anda siap untuk melakukan bagiannya dalam rencana? Apakah organisasi hilir siap untuk apa grup Anda akan mengirim dan kapan akan tiba?

Apakah pekerja dilatih? Apakah mereka termotivasi? Apakah mereka memiliki peralatan yang mereka butuhkan? Apakah ada suku cadang yang tersedia untuk peralatan? Apakah pembelian memerintahkan materi? Apakah hal-hal yang benar? Apakah sampai di sini pada jadwal yang tepat?

Apakah kerja keras untuk memastikan semuanya yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut sudah siap untuk pergi, atau akan bila diperlukan. Periksa kembali untuk memastikan bahwa setiap orang memahami peran mereka dan pentingnya peran mereka untuk keberhasilan secara keseluruhan.

Manajemen Basic Skill # 3: Langsung
Sekarang membalik "ON" saklar. Beritahu orang apa yang mereka perlu lakukan. Saya suka berpikir tentang bagian ini seperti melakukan sebuah orkestra. Semua orang dalam orkestra memiliki musik di depan mereka. Mereka tahu bagian mana yang diputar bagian dan kapan. Mereka tahu kapan harus masuk, apa yang harus bermain, dan kapan harus berhenti lagi. Isyarat konduktor setiap bagian untuk membuat musik terjadi. Itu pekerjaan Anda di sini. Anda telah memberikan semua musisi anda (pekerja) lembaran musik (rencana). Anda memiliki jumlah hak musisi (pekerja) dalam setiap bagian (departemen), dan Anda sudah mengatur bagian di atas panggung sehingga musik akan suara terbaik (Anda telah mengorganisir karya). Sekarang Anda hanya perlu tekan podium ringan dengan tongkat Anda untuk mendapatkan perhatian mereka dan memberikan pembukaan lagu tersebut.

Manajemen Basic Skill # 4: Monitor
Sekarang bahwa Anda memiliki semua bergerak, Anda harus mengawasi hal. Memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Ketika itu tidak akan sesuai dengan rencana, Anda harus masuk dan menyesuaikan rencana, seperti konduktor orkestra akan menyesuaikan tempo.

Masalah akan muncul. Seseorang akan menjadi sakit. bagian A tidak akan dikirimkan tepat waktu. Seorang pelanggan kunci akan bangkrut. Itulah mengapa Anda mengembangkan rencana contingency di tempat pertama. Anda, sebagai manajer, harus selalu menyadari apa yang terjadi sehingga Anda dapat membuat penyesuaian yang diperlukan.

Ini merupakan proses berulang-ulang. Ketika sesuatu tidak sinkron, Anda harus Rencana memperbaiki, Mengatur sumber daya untuk membuatnya bekerja, langsung orang-orang yang akan membuat itu terjadi, dan terus ke Monitor pengaruh perubahan.

ini adalah layak
Mengelola orang tidak mudah. Namun, hal itu bisa dilakukan dengan sukses. Dan dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ingat manajemen seperti keterampilan lain, adalah sesuatu yang dapat meningkatkan Anda dengan belajar dan berlatih.

Rabu, 29 Desember 2010

Fotografi | Mode Dalam Kamera DSLR

Dalam artikel ini saya ingin menjelaskan perbedaan mode dalam digital SLR dan perbedaannya.
Auto ([ ]) = Ini mode otomatis, seperti ketika kita pakai kamera saku. Kamera akan mengukur cahaya, menginterpretasikannya dan kemudian mengatur setting secara otomatis. Ketika kamera merasa kondisi lingkungan kurang terang, maka kamera akan otomatis menyalakan flash untuk mengkompensasi kekurangan tersebut.
Pengalaman saya: Saya tidak pernah mengunakan mode ini, dan saya tidak sarankan Anda untuk mengunakannya, terutama bila Anda mengerti tentang fotografi.

P atau program mode = Seperti model Auto, kamera akan menentukan setting yang paling sesuai. Seperti model Auto, kamera akan menentukan setting yang paling sesuai. Kemudian Anda bisa mengubah nilai bukaan atau shutter speed. Kamera ini tidak akan mengunakan flash meskipun kondisi lingkungan cukup gelap.
Pengalaman saya: Saya jarang sekali mengunakan mode ini.

A / Av atau Aperture priority = Kita menentukan besarnya bukaan / aperture lensa, dan kamera menentukan shutter speed (kecepatan).
Pengalaman saya: Mode ini termasuk mode favorit saya, karena saya suka menentukan depth of field (bagian yang fokus dan tidak). Contoh, bila saya sedang memotret foto orang, dan saya ingin latar belakangnya kabur, maka saya akan mengeset bukaan f/2.8 atau f/1.4. sedangkan kalau saya sedang memotret foto grup atau pemandangan, dan saya ingin semua dalam fokus, maka saya set bukaan f/8 atau f/16. Dengan mengendalikan bukaan saya tidak perlu repot repot menentukan shutter speed atau ISO.
Aperture / Bukaan juga menentukan berapa banyak cahaya masuk. Jika saya berada ditempat yang gelap dan memerlukan lebih banyak cahaya, saya akan memperbesar bukaan (mengecilkan angka bukaan), supaya lebih banyak cahaya masuk.
Yang perlu diperhatikan dalam mode ini adalah bila cahaya lingkungan gelap, sehingga kamera terpaksa mengeset shutter speed yang rendah/lama. Hal ini dapat menimbulkan gambar yang kabur karena kamera goyang saat merekam gambar. Untuk itu, solusinya memakai tripod, atau mengkompensasi dengan menaikkan ISO.

S /TV atau Shutter priority = Kita menentukan berapa cepet shutter speed, lalu kamera menentukan bukaan, dan ISO (bila posisi di Auto ISO). Setting ini dipakai kalau kita ingin mendapatkan efek freeze (beku) atau efek motion (gerak).
Kalau kita set shutter speed tinggi seperti 1/640 detik, maka hasilnya gerakan orang atau benda yang sedang bergerak menjadi beku, sebaliknya kalau kita set 1/15 detik atau lebih rendah lagi benda/orang yang bergerak, maka kita akan menangkap motion blur. Teknik ini cocok untuk merekam gerakan air di pantai, gerakan air terjun ataupun merekam cahaya mobil yang lewat di malam hari. Seperti aperture, shutter speed juga mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

M atau Manual Exposure = Di mode ini, kita menentukan setting bukaan dan shutter speed.
Pengalaman saya: Manual mode biasa saya pakai kalau memang saya mau mendapatkan hasil tertentu, contohnya bila saya ingin hasil foto agak gelap (low key fotografi) jadi hasil akhirnya agak misterius, dramatis. Saya juga pakai manual fokus bila ingin bikin siluet dari sebuah objek.
Saya juga sering memakai manual mode ketika kondisi ruangan / lingkungan berganti2 intensitas cahayanya sehingga membingungkan kamera. Contoh seperti di konser, lampunya menyala dengan intesitas dan arah yang berubah-ubah, kadang sangat terang, kadang sangat gelap. Manual modelah satu2 solusinya.
Untuk mengecek apakah gambar yang diambil sudah maksimal, kita bisa melihat hasil akhir atau histogram.
Setting bukaan dan shutter speed akan saya ganti sesuai dengan perubahan cahaya, misalnya bila cahayanya tiba2 meredup, langsung saya set bukaan digedein atau shutter speed dilambatin atau menaikkan ISO.
Manual juga sering saya pakai kalau kondisi cahaya lingkungan konstan. Misalnya ketika pertandingan basket sekolah di dalam ruangan. Lampu-lampunyanya konstan. Pada saat tersebut, saya tinggal set aja bukaan, kecepatan dan ISO sebelum pertandingan dimulai, dan saya akan pakai sepanjang pertandingan, mudah bukan?

Penutup
Tentunya, selera dan gaya pemakaian tiap orang berbeda-beda, yang penting jangan takut coba-coba dan latihan sehingga Anda bisa memahami dan bisa mengunakan mode-mode kamera DSLR ini secara maksimal.
Catatan, mode-mode ini juga banyak ditemui di kamera non-DSLR, seperti superzoom dan kamera saku advance.

Sumber :http://www.illusion-design.co.cc/2010/10/fotografi-mode-dalam-kamera-dslr.htm

Sabtu, 25 Desember 2010

Belajar sendiri pasang kabel UTP untuk jaringan

Tutorial singkat ini cocok sekali buat Anda yang sedang membuat jaringan komputer ‘MURAH’ khususnya yang terdiri lebih dari dua client yang pake hub (jauh lebih murah daripada router ). To the point! Apa sih kabel UTP itu? Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.



Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3. Itu sudah lebih dari cukup.Setahu penulis ada banyak merek yang beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden – made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar. Bilang saja mau beli konektor RJ-45.


Foto RJ – 45 yang masih baru, belum di gencet pake tang

Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN tester. Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.


OK sekarang peralatan udah siap, penulis mulai saja. Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?OK! Untuk tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.

Kita bahas dulu yang tipe straight

Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini (dilihat dari lubang konektor, dari kiri ke kanan – lihat Gambar 4) : 2 oranye – 1 hijau – 2 biru – 1 hijau – 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.


Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi masalah. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah yang penulis foto dari sebuah buku.

Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straight, yang kanan yang cross

Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.


LAN TESTER – alat untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka led 1 sampai 8 berkedip.

Berikut adalah gambar dari bawah dari ujung kabel UTP yang sudah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar):

urutan pin standar

Dan kalau yang ini tidak standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):

urutan pin standar

Dan kalau yang ini tidak standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):
 
urutan pin TIDAK standar

Tipe Cross

Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”.Masih bingung? Begini cara mudahnya:Ujung pertama:

      1. oranye muda

2. oranye tua

3. hijau muda

4. biru muda

5. biru tua

6. hijau tua

7. coklat muda

8. coklat tua


Maka di ujung yang lain harus dibuat begini:

1. hijau muda

2. hijau tua

3. orange muda

4. biru muda

5. biru tua

6. orange tua

7. coklat muda

8. coklat tua


Sudah agak lebih mengerti? Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6 yang ditukar. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyalasemua setiap led dari nomor 1 sampai 8.OK, selamat membangun jaringan komputer. Semoga Anda bisa berhasil sewaktu memasang konektor pada kabelnya. Semoga ilmu ini berguna buat Anda, soalnya waktu dulu penulis pertama kali membuat jaringan hasilnya lucu sekali, untuk mengupas kabelnya penulis masih menggunakan cutter, padahal sudah ada fasilitasnya di crimp toolnya. Tambah lagi ujung-ujungnya tiap kabel penulis kelupas lagi menggunakan cutter, padahal yang betul tidak perlu dikupas satu-satu, biarkan saja rata, karena nantinya apabila di ‘crimp tool’ maka pin tersebut masing-masing akan tembus ke dalam kabelnya. Semoga Anda tidak melakukan hal sama seperti penulis dulu.Demikian tulisan mengenai cara membuat sambungan kabel UTP untuk jaringan komputer. Semoga berguna bagi Anda semua. Terima kasih.

Sumber : Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com